• juang87

Data Pribadi Bocor? Ini Cara Mengatasinya

Updated: May 10


Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang hacker untuk mendapatkan sebuah data dari sebuah sistem website ataupun aplikasi. Entah tujuan dan alasannya apa, tetap saja aktivitas yang dilakukan tersebut masuk ke dalam tindak kejahatan.


Sampai saat ini, kejahatan siber belum tertera dan dibuat dengan jelas di Indonesia. Padahal semakin berkembangnya teknologi, data, informasi dan privasi dari sebuah individu merupakan hak yang perlu di jaga oleh perusahaan.


Lalu pertanyaannya adalah bagaimana, apabila data pribadi kita telah tersebar dikarenakan kesalahan individu ataupun kebocoran dari sebuah sistem perusahaan? Jawabannya adalah proses secara hukum. Tetapi, dikarenakan tidak adanya sistem hukum yang jelas mengenai hal tersebut. Sehingga membuat pelaku kejahatan tersebut hanya mendapatkan hukuman yang ringan.


Sebenarnya hukum Indonesia memiliki Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagai payung hukum yang berkaitan dengan kejahatan siber yang di bagi menjadi 2 kelompok aktivitas kejahatan, yaitu: Pertama adalah kejahatan yang menargetkan internet, komputer dan teknologi. Kedua adalah konten ilegal yang menggunakan internet, komputer dan teknologi.


Dalam kelompok pertama, terdapat 7 jenis kejahatan yang tercantum dan menjadi fokus dalam kejahatan kontemporer yang dapat menghasilkan kejahatan baru. Tujuh kejahatan tersebut yaitu:


  • Hacking (Pasal 30)

  • Intersepsi ilegal (Pasal 31 ayat 1 dan Pasal 31 ayat 2)

  • Defacing (Pasal 32)

  • Pencurian Elektronik (Pasal 32 ayat 2)

  • Interference (Pasal 33)

  • Memfasilitasi tindak pidana terlarang (Pasal 34)

  • Pencurian identitas (Pasal 35)

Tetapi sangat disayangkan bahwa UU ITE yang telah dibuat ini lebih banyak digunakan pada aktivitas kejahatan yang kedua yaitu Pornografi, Judi, Fitnah, Pemerasan, Tipuan, Ujaran Kebencian dan Ancaman kekerasan pada orang lain.


Melihat hukum yang belum sepenuhnya dapat diterapkan dengan baik di Indonesia mengenai kejahatan siber, maka dari itu harus adanya pencegahan sebelum aktivitas kejahatan tersebut terjadi. Berikut adalah cara mudah yang dapat dilakukan untuk melakukan pencegahan terharap informasi dan data pribadi.

  1. Jangan pernah install aplikasi ataupun software yang tidak resmi. Dikarenakan software tersebut bisa terdapat banyak sekali malware yang sudah disusupkan dan virus-virus yang dapat merusak device.

  2. Selalu rajin mengubah kata sandi disetiap akun. Ini penting untuk dilakukan secara berkala, agar apabila ada indikasi kejahatan akan sulit untuk terdeteksi oleh hacker.

  3. Berikan akses disetiap data dan informasi yang penting. Ini dapat memberikan pengamanan ekstra terharap data dan informasi disimpan tersebut.

  4. Jangan pernah membuka link ataupun iklan sembarang. Dikarenakan salah satu cara hacker untuk dapat menyusup dan mendapatkan data pribadi adalah melalui cara seperti iklan dan link.

  5. Menggunakan proteksi antivirus ataupun cyber security yang terbaik dan terverifikasi secara nasional dan internasional. Hal ini menjadi penting untuk digunakan dikarenakan memberikan pelayanan dan jasa untuk dapat meminimalisasikan kebocoran data.

Apabila hukum belum berjalan dengan baik, tidak ada salahnya kita untuk tetap melakukan pencegahan sebelum aktivitas hacking tersebut terjadi kepada data kita. Maka dari itu, tetap terus jaga data dan informasi kita.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai cyber security dn perkembangan teknologi informasi, terus ikuti social media kita di @primacs.id!


Sources: