Gunung Es Internet: Surface Web, Deep Web dan Dark Web


Saat ini, dunia sudah sangat terbuka dengan adanya internet. Sehingga membuat masyarakat dengan mudah untuk mengakses segala kebutuhan mereka dengan satu layar PC ataupun handphone saja. Mulai dari membaca berita, mengakses social media, melakukan transaksi hingga menonton sebuah tayangan. Tetapi tahukan kalian, bahwa hal tersebut termasuk kedalam World Wide Web (WWW)?


Apa sih World Wide Web itu? Secara umum World Wide Web merupakan kumpulan sumber daya internet mulai dari teks hyperlink, file audio, file video dan situs yang dapat diakses secara langsung oleh browser berdasarkan standart yang telah ditentukan yaitu HTTP dan TCP atau IP. Pada tujuannya, World Web Web adalah kumpulan informasi yang dapat diakses dengan menggunakan jaringan, yang memiliki tujuan untuk pengetahuan manusia.


Nah, saat ini apakah kalian tahu bahwa World Web Web itu memiliki lapisan lainnya yang jarang orang ketahui? Mungkin apabila kalian merupakan individu yang menyukai berita ataupun informasi mengenai perkembangan teknologi, pasti akan familiar dengan Deep Web dan Dark Web.


Pada dasarnya, Web memiliki 3 lapisan yang besar. Apabila kita ibaratkan secara mudah, Web adalah Gunung Es (Iceberg). Kumpulan informasi yang saat ini kita dapat akses disebut sebagai Surface Web atau visible web. Dimana, di dalam ini adalah lapisan yang dapat kita akses secara langsung melalui search engine yang tersedia untuk umum (seperti Google, Yahoo, Bing). Meliputi banyak sekali konten yang kita lihat dan cari dengan mudah. Dikarenakan tujuan dari Surface Web ini adalah untuk memudahkan khalayak umum mendapatkan informasi secara terbuka dan cepat.



Tetapi tahukan kalian, bahwa informasi yang disajikan tersebut hanya sebesar 10%. Lalu, kemana 90% informasi tersebut? 90% informasi itu, terbagi di dalam dua lapisan lainnya. Yaitu, Deep Web dan Dark Web. Berbicara mengenai analogi, maka 10% informasi yang tersaji di dalam Surface Web tersebut hanyalah permukaan Gunung Es. Lalu sisanya adalah 90% tersaji di dalam Deep Web dan Dark Web.


Apa sih Deep Web itu? Deep Web adalah level yang lebih dalam dari visible web. Deep Web tidak bisa di akses secara mudah melalui search engine biasa seperti Google ataupun Yahoo. Mengapa adanya Deep Web? Alasan paling utama adalah ada beberapa informasi yang sebenarnya tidak bisa diasjikan atau dikonsumsi oleh publik. Sehingga, konten tersebut tidak akan muncul di dalam search engine surface web.


Lalu, apakah Deep Web adalah hal yang ilegal? Jawabannya adalah tidak. Ada beberapa situs yang ada di dalam Deep Web yang memiliki konteks hukum. Deep Web biasanya digunakan oleh para jurnalis, whistleblowers dan pemangku kepentingan perusahaan. Informasi yang ada di dalam Deep Web, mencakup data sensitif dan informasi rahasia perusahaan besar ataupun organisasi.


Lapisan terdalam dan terakhir adalah Dark Web. Kalian pasti pernah mendengar beberapa rumor mengenai Dark Web yang memiliki banyak sekali informasi explicit yang tidak bisa diberikan kepada publik. Mulai dari penjualan barang-barang illegal hingga jual beli data dan informasi perusahaan. Apabila dihitung secara matematis, hanya sekitar 3% dari pengguna internet yang dapat mengakses Dark Web ini. Dikarenakan kesulitannya untuk dapat masuk dan mencari informasi dari lapisan tersebut.


Akibat dari sulitnya menembus Dark Web ini, beberapa perusahaan telah menggunakan bantuan dari pihak ketiga dalam mencari tahu segala informasi dan data mengenai perusahaannya di Deep Web dan Dark Web. Ini menjadi sangat penting, dikarenakan adanya kemungkinan yang akan menjadi krisis/ancaman di masa depan, apabila terdeteksi adanya data dan informasi perusahaan yang telah tersebar di kedua lapisan tersebut.


Melihat kebutuhan tersebut, Prima Cyber Solusi memberikan solusi bagi perusahaan yang ingin mengetahui hal tersebut. Manfaat yang didapatkan dari solusi kami ini dapat meminimalisir segala ancaman yang tidak diinginkan di masa depan. Sehingga dengan berkurangnya ancaman atau insiden keamanan informasi (seperti data bocor) pada perusahaan, hal ini membuat kepercayaan dari stakeholders dan masyarakat umum akan tetap terjaga.