Korelasi: Black Hat Hacker, Deep Web dan Dark Web


Berkembangnya teknologi dan informasi secara cepat, melahirkan tatanan sistem baru yang dinamakan sebagai internet. Sehingga, membuat seluruh industri diharuskan untuk mengikuti perkembangan teknologi dengan digitalisasi sistem perusahaan melalui jaringan internet. Dengan adanya perkembangan teknologi dan digitalisasi sistem, perusahaan akan mendapatkan dampak positif. Kegiatan produksi dengan sistem yang sudah terstruktur membuat pekerjaan semakin efektif dan meningkatkan produktifitas yang luar biasa.


Tetapi selain dampak positif, dengan berkembangnya teknologi dan terbukanya sistem perusahaan juga memiliki dampak negative yang mengintai. Dampak negative tersebut seperti kebocoran data, tersebarnya informasi rahasia perusahaan hingga perusakan terhadap sistem perusahaan. Hal ini membuat perusahaan perlu berhati-hati agar tidak menanggung kerugian yang lebih besar.


Patut diketahui bahwa kebocoran data, penyebaran informasi rahasia dan perusakan sistem ataupun data perusahaan sering dilakukan oleh sebuah organisasi atau individu yang mengatasnamakan hacker. Kenyataannya adalah tidak semua hacker melakukan kejahatan serupa. Terdapat 3 jenis hacker di dunia, yaitu White Hat Hacker, Grey Hat Hacker dan Black Hat Hacker. Ketiga hacker tersebut memiliki tujuan yang berbeda-beda, seperti White Hat Hacker merupakan hacker dengan inisiasi baik, mereka bertujuan untuk melakukan peretasan terhadap celah dari sebuah perusahaan dan memberikan solusi terhadap celah tersebut.


Lalu Grey Hat Hacker yaitu hacker dengan sifat yang tidak dapat ditebak, dikarenakan mereka bekerja untuk mengamankan sebuah perusahaan tetapi di sisi lain, mereka masih melakukan kejahatan serupa. Dan terakhir adalah Black Hat Hacker, hacker yang memiliki sifat dan tujuan untuk melakukan kejahatan. Mereka melakukan kejahatan siber dengan melakukan peretasan terhadap sistem perusahaan untuk mendapatkan data ataupun informasi yang bersifat rahasia. Hasil peretasan tersebut biasanya akan dijadikan sebagai “pemerasan” kepada perusahaan ataupun di jual melalui pasar gelap yang terdapat di dalam Deep Web dan Dark Web.


Banyak pertanyaan yang menyeruak, kenapa mereka melakukan kegiatan jual-beli melalui Deep Web dan Dark Web? Dikarenakan pada Deep Web dan Dark Web banyak informasi & hal-hal illegal yang tersedia, seperti jual-beli senjata api, perdagangan manusia hingga hasil data peratasan dari perusahaan yang memiliki nilai valuasi tinggi. Beberapa perusahaan dan institusi Indonesia pernah terkena imbasnya, seperti kasus kebocoran data BPJS, lalu kasus penyebaran informasi rahasia Bukalapak dan data konsumen dari Tokopedia yang dijual melalui forum hacker.


Dengan segala penjelasan tersebut, perusahaan patutnya waspada akan gerak-gerik dari Black Hat Hacker, dikarenakan mereka dapat mengancam siapapun tanpa terkecuali. Ditambah dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, sehingga tidak menutup kemungkinan terdapat celah yang dapat disusupi oleh mereka. Sekaligus permintaan dan harga jual yang tinggi dari Deep Web dan Dark Web, sehingga membuat Black Hat Hacker menjadi sebuah ancaman besar bagi perusahaan.


Lalu cara apa yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mendapatkan informasi mengenai perusahaannya dari Deep Web maupun Dark Web? Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan, salah satunya melakukan monitoring terhadap seluruh data dan informasi hingga sistem perusahaan di Deep Web dan Dark Web menggunakan solusi DarkTracer. Dengan DarkTracer, perusahaan dapat melakukan investigasi terhadap segala kebocoran data dan informasi yang terjadi ataupun itu hanya berupa indikasi kebocoran. Sehingga perusahaan dapat melakukan tindakan yang tepat untuk bisa menanggulangi hal tersebut.

3 views0 comments