Peran Penting Cyber Security Untuk Bisnis



Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi terbanyak di dunia. Per-Desember tahun 2020, penduduk Indonesia mencapai 271.349.889 jiwa. Ini membuat Indonesia menempati urutan keempat dalam tingkat populasi di seluruh dunia menurut data Worldometers. Dengan tingkat populasi tersebut, pengguna internet di Indonesia telah mencapat 202,6 juta jiwa.


Dikutip dari kompas.com jumlah ini meningkat 15,5% dibandingkan dengan tahun 2020. Apabila disandingkan, artinya sebanyak 73,7% penduduk Indonesia telah menggunakan internet dalam aktivitasnya. Lalu, dari data tersebut juga menjelaskan bahwa sebesar 96,4% pengguna internet di Indonesia memilih smartphone sebagai perangkat favorit yang digunakan untuk mengakses internet.


Melihat data yang telah disajikan oleh beberapa sumber tersebut. Kita dapat menyimpulkan bahwa, Indonesia telah menuju revolusi industri 4.0 saat ini. Dikarenakan, internet menjadi komoditi utama yang digunakan untuk melakukan sebuah aktivitas. Hal ini juga disambut oleh beberapa perusahaan Indonesia yang telah berkecimpung dalam dunia digital dan teknologi.

Beberapa perusahaan seperti Tokopedia dan J&T Express, bahkan sudah masuk ke dalam bursa saham. Tokopedia dan J&T Express juga memiliki portofolio yang bagus untuk peningkatan saham mereka dalam bursa.


Terlebih untuk Tokopedia, yang telah melakukan merger dengan sesama perusahaan besar Indonesia yaitu Gojek. Kedua kekuatan Tokopedia dan Gojek, menghadirkan GoTo sebagai nama kerja sama tersebut. Berkaitan dengan mergernya kedua perusahaan tersebut, membuat valuasi saham keduanya menjadi menguat dalam bursa saham.


Tetapi, bukan hanya perusahaan yang bergerak di industry digital saja yang memiliki valuasi saham besar di Indonesia. Berdasarkan kompas.com juga, kurang lebih ada 10 perusahaan Indonesia yang memiliki valuasi besar di bursa saham. Tiga perusahaan yang memiliki valuasi besar di bursa saham yaitu PT. Gudang Garam Tbk, Bank Central Asia (BCA) Tbk, dan PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk.


Apabila kita melihat dengan seksama, perusahaan-perusahaan tersebut tidak berada di dalam satu industry yang sama. Tetapi komoditi yang dimiliki perusahaan tersebut, merupakan komoditi utama yang dibutuhkan oleh masyarakat. Industri tersebut seperti farmasi, keuangan, manufaktur, dan perdagangan elektronik menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Semakin berkembangnya sebuah perusahaan, tentu saja secara tidak langsung tingkat kepercayaan dan kebutuhan masyarakat akan perusahaan tersebut menjadi tinggi. Dengan adanya hal ini, perusahaan diharuskan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan terus menjaga kepercayaan tersebut.


Tetapi sayangnya, dikarenakan kebutuhan masyarakat semakin meningkat. Secara tidak langsung, perusahaan yang bergerak dalam industri tersebut menjadi sasaran utama kejahatan siber. Ini memang menjadi permasalahan yang sangat umum terjadi. Dikarenakan para “pencuri” atau bisa kita sebut sebagai hacker, menyasar sebuah industri yang merupakan komoditi utama dan telah memiliki data customer.


Menilik balik kebelakang, bahwa di tahun 2021 telah terjadi kebocoran data dari BPJS kesehatan sebanyak 273 juta data. Lalu, data tersebut dijual sebesar 81,5 juta rupiah dalam Darkweb. Dengan adanya kasus tersebut, seharusnya perusahaan yang telah memiliki data pengguna dan costumer yang banyak diharuskan untuk lebih mawas diri dan berhati-hati. Dikarenakan apabila kasus tersebut terjadi kembali, maka kredibilitas, valuasi perusahaan, kepercayaan pelanggan hingga stakeholders akan terguncang.


Agar kasus kebocoran data yang terjadi pada BPJS kesehatan tidak terulang kembali. Maka seharusnya perusahaan yang bergerak dalam industri yang telah disebutkan, harus mengimplementasikan Cyber Security di dalam perusahaannya. Dengan mengimplementasikan Cyber Security, secara jelas bahwa perusahaan tersebut sudah memberikan garansi kepada pengguna, customer hingga stakeholders akan keamanan data mereka. Terlebih lagi, dengan Cyber Security pula. Informasi mengenai perusahaan tersebut akan di jaga keamanannya, sehingga segala jenis kemungkinan dari kejahatan dan penyerangan akan diminimalisir.


Berkaitan dengan itu pula, perusahaan harus tahu bahwa Cyber Security sama halnya dengan asuransi dan investasi. Tugasnya memang tidak terlihat secara langsung. Tetapi apabila dijabarkan secara lebih terperinci dan melihat manfaatnya, Cyber Security menjadi salah satu kebutuhan wajib untuk perusahaan. Kita tidak akan pernah tahu akan tantangan, serangan dan kejahatan siber apa yang akan dilakukan oleh hacker. Tetapi sebagai seorang yang memiliki tanggung jawab dan pengambil keputusan yang bijak bagi perusahaan, Anda perlu melihat Cyber Security sebagai sebuah kebutuhan yang bijak dan penting. Bukan hanya sekedar, mengamankan tetapi untuk keberlangsungan perusahaan dan bisnis Anda.


Sources:

Recent Posts

See All