Bos Whatsapp Marah Penggunaan Spyware Pegasus? Mengapa?


Ada kabar yang menghebohkan tentang Bos Whatsapp yang memberikan protes mengenai penggunaan Spyware Pegasus asal Israel. Seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, Will Cathcart Head of Whatsapp mendesak pemerintah dan perusahaan lainnya untuk meminta pertanggung jawaban dari NSO Group mengenai Spyware Pegasus. Seperti yang diketahui bahwa NSO Group merupakan perusahaan produsen Spyware Pegasus di dunia. Selain itu, Will Cathcart juga menginginkan pemerintah untuk melakukan moratorium global mengenai penggunaan teknologi dalam mengawasi gerak-gerik orang lain seperti yang dilakukan oleh Pegasus.


Lalu sebenarnya, apa itu Spyware Pegasus? Dan mengapa itu menjadi pembicaraan oleh petinggi perusahaan besar seperti Whatsapp?


Pegasus adalah produk spyware yang dikhususkan dalam pemantauan kegiatan pengguna smartphone, seperti SMS, email, lokasi, panggilan telepon dan lain lainnya. Spyware ini dapat menginfeksi smartphone pengguna melalui tautan yang dikirim melalui SMS. Spyware Pegasus menjadi bahan perbincangan hangat dikarenakan telah meretas dan melakukan pengawasan secara real-time terhadap 1.400 smartphone pada 20 negara.


Kasus paling banyak diperbincangkan adalah kasus terbunuhnya wartawan asal Arab Saudi yaitu Jamal Khashoggi pada 2 Oktober 2018, sehingga diindikasikan bahwa Spyware Pegasus menjadi biang-keladi di dalam kasus pembunuhan tersebut. Dikutip dari CNN Indonesia juga, Edward Snowden yang merupakan seorang aktivis HAM dan programmer asal Amerika, memiliki indikasi terhadap penggunaan Spyware Pegasus oleh Arab Saudi untuk melakukan pelacakan dan menguntit seluruh kegiatan dari Jamal Khashoggi.


Selain Khashoggi, Spyware Pegasus juga telah meretas dan melakukan pelacakan terhadap pengacara, jurnalis, aktivis HAM, politisi, dan penjabat senior pemerintahan tersebut. Dengan seluruh kasus dan berita terkait Spyware Pegasus ini membuat Will Cathcart memutuskan untuk perusahaannya tetap menggunakan sistem enkripsi end-to-end. Will Carhcart juga menjelaskan bahwa pada tahun 2019, Spyware Pegasus telah mengeploitasi Whatsapp melalui kerentanan sistem aplikasinya. Lalu, ia secara langsung menyatakan melalui Twitter-nya tidak akan memberikan kesempatan sedikitpun terhadap akses backdoor Whatsapp kepada seluruh Badan Intelejen negara manapun. Dikarenakan ia tidak ingin hal tersebut menjadi celah empuk bagi para peretas, penjahat siber, perusahaan spyware hingga pemerintahan.


Menganggapi kasus ini pula, Kemenkominfo percaya diri bahwa Spyware Pegasus belum memiliki dampak terhadap pengguna smartphone di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G Plate menyatakan bahwa "Sejauh ini hasil dari monitoring kita, belum terlihat dampak spyware Pegasus. Hari ini saya juga ada pertemuan dengan BSSN untuk berbicara soal hal itu bersama".


Dengan adanya perkembangan kasus ini dan pernyataan beberapa petinggi perusahaan teknologi dunia, patut dilihat dan terus dipantau mengenai perkembangan kasus Spyware Pegasus. Dikarenakan hal ini dapat melanggar hak asasi manusia dan tingkat privasi terhadap individu. Selain itu pula, hal ini dapat merugikan perusahaan dari seluruh bagian industri yang berbeda-beda dikarenakan data dan informasi penting yang rahasia dapat dilacak dan dipantau secara langsung oleh Spyware Pegasus ini.


Maka dari itu, penting sekali bagi perusahaan untuk dapat menginvestasikan keamanan siber mereka dengan pengetatan terhadap sistem dan jaringan informasi mereka. Prima Cyber Solusi merupakan salah satu perusahaan Cyber Security di Indonesia yang dapat menjadi partner dalam pengetatan keamanan sistem perusahaan dengan layanan dan solusi terbaik yang dapat diberikan secara khusus hanya untuk perusahaan Anda. Selain itu, kami memiliki sertifikasi untuk ISO 27001 dalam Kemanan Informasi Manajemen dan ISO 9001 dalam Manajemen Mutu, sehingga perusahaan Anda ditangani dengan tepat dan terencana. Hubungi kami melalui email sales@primacs.co.id untuk kebutuhan layanan dan solusi Cyber Security.


Sources: