• PRIMO

Pendapatan Industri Migas Terpuruk! Teknologi Ini Bisa Buat Bangkit Lagi


Pandemi Covid - 19 yang menimpa dunia memiliki dampak yang signifikan terhadap seluruh perusahaan dari sektor manapun. Tidak ketercuali dari sektor industri Minyak dan Gas. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, industri manufaktur dan pertambangan yang mencakup Migas merupakan industri yang sangat terpukul diakibatkan pandemi. Bukan hanya diakibatkan permintaan pasar yang turun tetapi juga dikarenakan harga minyak dunia yang anjlok semenjak pandemi.


Tetapi pada semester awal tahun 2021, sekor Migas mecatatkan pendapatkan negara sebesar Rp. 96,7 Triliun. Hal ini dinyatakan oleh Kepada Satuan kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi, Dwi Soetjipto. Pendapatan tersebut tidak terlepas dari membaiknya harga minyak dunia pada akhir tahun 2020. Melihat perbaikan pendapatan tersebut, bukan berarti sektor Migas tidak memiliki tantangan baru. Permintaan pasar yang terus meningkat juga menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi industri tersebut.


Dengan permintaan pasar yang cukup tinggi, lalu dengan sistem lifting Migas masih kurang memadahi maka industri ini sangat perlu perbaikan. Terutama dari pengembangan dan penggunaan teknologi.


Penggunaan teknologi pada industri Minyak dan Gas bukanlah hal yang baru untuk dilakukan. Contoh paling baik adalah keberhasilan Petronas dalam melakukan efisiensi waktu dan memaksimalkan kinerja dari mesin untuk menyeimbangkan permintaan pasar. Sehingga sampai saat ini, Petronas masih menjadi salah satu perusahaan unggul dalam industri Minyak dan Gas.


Teknologi yang digunakan pada industri Minyak dan Gas pun bermacam-macam, salah duanya adalah Artificial Intelligence dan Internet of Things (IoT)


1. Artificial Intelligence (AI)


Artificial Intelligence adalah simulasi kecerdasan manusia dalam program mesin sehingga mesin yang tersebut dapat berjalan secara otomatis dengan melakukan rasional dan tindakan secara langsung untuk mendapatkan tujuannya. Teknologi ini menjadi sangat penting bagi industri Minyak dan Gas saat ini, dikarenakan teknologi ini dapat mengelola data, menghasilkan data dengan cepat dan meningkatkan efisiensi dengan rasionalitas yang telah disesuaikan. Sehingga AI pemangku kepentingan perusahaan dapat dengan mudah untuk mengambil keputusan.


2. Internet of Things (IoT)


Pada dasarnya IoT adalah konsep atau program yang dibuat untuk melakukan pengiriman terhadap data tanpa penggunakan perangkat. Bagaimana cara IoT dalam mengirimkan data tersebut? Dengan menggunakan radio frequency, teknologi nirkabel, internet dan sensor. Dengan penerapan IoT, perusahaan dapat mempermudah komunikasi antar divisi lapangan dan divisi internal dengan implementasi hasil berbasis cloud sehingga sangat efisien.


Selain penerapan teknologi Artificial Intelligence dan Internet of Things, industri Minyak dan Gas juga perlu memfokuskan diri pada pengetatan keamanan Cyber. Mengapa ini menjadi sangat penting? Tanpa adanya keamanan Cyber, seluruh sistem yang telah diterapkan di dalam perusahaan akan dengan mudah mendapatkan ancaman atau serangan dari pihak luar, yaitu hacker.


Bagi hacker, teknologi adalah taman bermain. Dimana mereka bisa melakukan apapun dan dapat mencoba apapun untuk bermain-main atau bahkan mendapatkan keuntungan lebih. Tujuan dari hacker adalah satu, mendapatkan kepuasan dari apa yang telah mereka lakukan. Hingga sampai saat ini, biasanya hacker melakukan peretasan untuk mendapatkan keuntungan finansial. Entah itu dengan pemerasan, tebusan, ataupun menjual hasil retasan mereka kepihak lain.


Ada beberapa perusahaan besar yang pernah menjadi korban dari para hacker ini sendiri. Mulai dari perusahaan marketplace seperti Tokopedia hingga proyek nuklir Iran yang diretas dengan ransomware berjenis Stuxnet. Kerugian yang didapatkan oleh perusahaan sangat besar, terutama dari sisi kepercayaan public, konsumen ataupun para stakeholders.


Industri Minyak dan Gas adalah industri yang sangat eksotis bagi para hacker, dikarenakan industri ini merupakan sektor penting dalam kehidupan. Sehingga hacker merasa bahwa industri dapat membawa keuntungan yang besar bagi mereka. Maka dari itu, perusahaan yang bergerak dalam industri Minyak dan Gas pun perlu mawas diri dalam keamanan sistem, data ataupun teknologi yang sedang digunakan.


Prima Cyber Solusi dapat membantu meningkatkan keamanan Cyber pada industri Minyak dan Gas, dengan sertifikasi ISO 9001 dan ISO 27001 yaitu mengenai manajemen mutu dan keamanan teknologi informasi. Selain itu pula, engineer yang kami miliki merupakan engineer unggul yang memiliki sertifikasi CEH dan ECSA khusus mengenai Cyber Security. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Prima Cyber Solusi merupakan partner yang tepat untuk keamanan Cyber di industri Minyak dan Gas. Hubungi segera sales@primacs.co.id untuk informasi lebih lanjut dan juga mendapatkan penawaran menarik lainnya.


Sources:

1 view0 comments