• PRIMO

Perusahaan IT di serang oleh geng Hacker? Tebusan hingga 720 juta!


Salah satu perusahaan konsultan IT terbesar di dunia, Accenture. Dilaporkan telah diretas oleh geng Hacker terkenal yaitu Lockbit. Dilaporkan oleh akun twitter @HRock, menjelaskan bahwa database Accenture yang diretas lebih dari 6 TB dari 2.500 komputer para pekerjanya. Dengan database besar tersebut, Lockbit meminta tebusan sebesar $50 juta atau apabila di rupiahkan menjadi 720 juta.


Apa itu Accenture? Accenture merupakan perusahaan yang bergerak dalam IT dengan lebih dari 500 ribu karyawan dengan valuasi sebesar $44,3 Miliar. Accenture banyak menangani perkembangan perusahaan dari berbagai sektor seperti bank, pemerintahan, teknologi, energi, telekomunikasi dan lainnya. Dengan kebocoran database dari Accenture ini, semakin memperjelas bahwa tidak ada perusahaan yang aman dari serangan Cyber.


Lalu, siapa itu Lockbit? Lockbit adalah geng hacker yang sering menjelajah di dalam Dark Web dengan menjual model ransomware bertipe RaaS. Lockbit menjual ini kepada perusahaan ataupun perorangan. LockBit dikenal sebagai geng hacker yang kejam, dikarenakan tidak segan-segan untuk meretas dan menghentikan sistem ataupun data yang diperoleh dari kegiatan yang mereka lakukan.


Ada kabar yang menyatakan bahwa database dari Accenture dapat diretas dikarenakan dengan bantuan dari Insider Threats. Laporan dari Cyble menjelaskan bahwa orang tersebut merasa tidak terkesan dengan langkah dari Accenture. Selain itu, ia juga ingin mendapatkan keuntungan secara finansial dengan membocorkan database tersebut.


Cyble menyatakan bahwa Accenture diberikan waktu untuk melakukan respon terhadap kebocoran ini. Apabila tidak mencapai kata sepakat dan nilai tebusan tidak diberikan, maka Lockbit akan mempublikasikan database tersebut per 12 Agustus 2021.


Menurut media GBHack, menjelaskan bahwa si "orang dalam" memberikan pesan di dalam DarkWeb dengan nada ancaman dan sekaligus kecewa.


"These people are beyond the security and privacy. I really hope that the services are better than what I saw as an insider. If you’re interested in buying some databases us,

“All THE AVAILABLE DATA WILL BE PUBLISHED”"


Pihak dari Accenture menanggapi hal ini dengan menyatakan bahwa, Accenture tidak siap untuk membayar seluruh uang tebusan yang diminta oleh Lockbit. Selain itu, Accenture juga menyatakan bahwa sistem yang teretas telah berhasil untuk dipulihkan kembali melalui cadangan yang mereka miliki. Accenture juga melakukan respon untuk menenangkan pelanggannya mengenai hal terkait, dengan memberikan informasi secara transparan.


“Through our security controls and protocols, we identified irregular activity in one of our environments. We immediately contained the matter and isolated the affected servers.”


“We fully restored our affected systems from back-up. There was no impact on Accenture’s operations, or on our clients’ systems,” Accenture said.



Melihat dari kasus ini, patutnya semua perusahaan perlu sangat berhati-hati dalam menjaga keamanan sistem & data perusahaannya. Bayangkan, perusahaan konsultan IT sebesar Accenture kebobolan karena serangan ransomware (yang mungkin saja targeted attack). Selain itu, dengan implementasi sistem pertahanan yang tepat khususnya Cyber Security, perusahaan bisa mendapatkan proteksi secara lebih kuat & menyeluruh, sehingga meminimalisir segala bentuk dan indikasi serangan dan kejahatan Cyber.


Prima Cyber Solusi dapat membantu perusahaan Anda dalam memberikan solusi serta layanan untuk keamanan dan proteksi lebih di bidang Cyber Security. Kami memiliki tim yang berpengalaman & professional, ditambah sertifikat ISO 9001 dan ISO 27001 yang kami miliki, dapat menjamin kualitas & keamanan informasi pelanggan tetap terjaga. Hal ini menjadikan kami sebagai partner yang tepat bagi perusahaan Anda untuk diajak kerjasama dalam peningkatan keamanan perusahaan anda. Hubungi sales@primacs.co.id untuk informasi lebih lanjut dan juga follow social media Prima Cyber Solusi untuk mengetahui trend dan berita mengenai teknologi informasi dari sisi Cyber Security.


Sources:

18 views0 comments